Gejala Virus Covid-19 Omicron Saat Bangun Tidur

Diposting pada

Tanjunglegend– Salam sehat untuk kita semua, terimakasih masih setia dengan media informasi terpercaya, kini kami akan membahas informasi mengenai. Gejala Virus Covid-19 Omicron Saat Bangun Tidur.

Kasus Covid-19 varian Omicron terus bertambah seiring meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia. Pada akhir Januari (31 Januari 2022), total ada 2.980 kasus varian Omicron di Indonesia menurut Satgas.

Kasus didominasi dari pelaku perjalanan luar negeri. Gejalanya disebut ringan jika dibanding dengan varian lainnya.

Varian Omicron disebut-sebut memiliki tingkat keparahan yang relatif ringan dibanding varian lain, seperti Delta. Namun seorang dokter kenamaan di San Francisco dibikin panik baru-baru ini setelah anaknya sendiri terinfeksi.

Baca Juga: Polisi Terapkan Pembatas Mobilitas Ruas Jalan Jakarta

Adalah dr Bob Wachter, yang selama ini memang dikenal aktif memberikan edukasi tentang COVID-19. Baru-baru ini, ia membagikan pengalaman saat sang putra terinfeksi Omicron, tentu saja atas izin yang bersangkutan.

Baca Juga: Spesifikasi Sekuter Honda Giorno, Iritnya Ngalahin Beat

Salah satu yang diungkapnya adalah gejala yang dirasakan pertama kali saat bangun tidur. Sang anak mengalaminya 2 hari setelah bertemu seorang temannya dan menonton film bersama.

Walaupun sang putra sudah mendapatkan vaksinasi lengkap dengan vaksin Moderna, dan bahkan sudah booster, dr Wachter mengakui adanya kepanikan yang tidak rasional ketika yang terkena adalah anaknya sendiri. Menurut hitungan matematis yang dibuatnya, sebenarnya kecil kemungkinan mengalami hal buruk.

Gejala Omicron

Dilansir dari laman Kementrian kesehatan pada 04 februari 2022, gejala terinveksi virus covid-19 varian omicron menurut kemenkes dibedakan menjadi lima yaitu:

1. Tanpa Gejala/Asimtomatik

Asimtomatik adalah gejala yang tidak ditemukan klinis.

2. Gejala Ringan

Adapun yang dimaksud gejala ringan, yaitu pasien dengan gejala tanpa ada bukti pneumonia virus atau tanpa hipoksia, frekuensi napas 12-20 kali per menit dan saturasi oksigen lebih dari 95 persen.

Gejala umum yang muncul seperti:

  • Demam Batuk
  • Kelelahan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Napas pendek
  • Mialgia
  • Nyeri tulang.

Gejala tidak spesifik lainnya seperti:

  • Sakit tenggorokan
  • Kongesti hidung
  • Sakit kepala
  • Diare Mual dan muntah
  • Hilang penciuman (anosmia).

3. Gejala Sedang

Adapun yang dimaksud gejala sedang yakni dengan tanda klinis pneumonia seperti demam, batuk, sesak, napas cepat tanpa tanda pneumonia berat, dengan saturasi oksigen 93 persen.

4. Gejala Berat

Gejala berat ditandai dengan tanda klinis pneumonia seperti demam, batuk, sesak, napas cepat, dan ditambah satu dari gejala berikut:

  • Frekuensi napas lebih dari 30 kali per menit
  • Distres pernapasan berat
  • Saturasi oksigen kurang dari 93 persen.

5. Kritis

Adapun yang dimaksud kritis yaitu pasien dengan gejala gagal nafas, komplikasi infeksi, atau kegagalan multiorgan.

Kesimpulan

Diawal tahun 2022 ini kembali dihebohkan dengan kasus virus Covid-19 varian omicron, yang mana gejalanya sangat umum dan banyak orang tidak menyadarinya. Gejala Virus Covid-19 Omicron, Saat Bangun Tidur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *