Terjebak Macet, Viral Pasien Meninggal Di Ambulance

Diposting pada

Tanjunglegend.com– Salam sejahtera untuk kita semua, terimakasih kepada masyarakat indonesia yang sampai saat ini masih selalu membaca artikel ini. Kini kami akan membahas yang sedang ramai di perbincangkan mengenai Terjebak Macet, Viral Pasien Meninggal Di Ambulance.

Sebuah video berdurasi 35 detik merekam detik-detik seorang pasien meninggal dunia di dalam mobil ambulans. Lantaran terjebak macet saat menuju ke Rumah Sakit Daya, Makassar , Sulawesi Selatan.

Video itu pun mendadak viral di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut, sang sopir mengeluh lantaran tak ada lagi komunitas motor yang mau mengawal ambulans di Makassar. Setelah ditertibkan Ditlantas Polda Sulsel karena melanggar undang-undang lalu lintas.

Menanggapi video viral tersebut, Sat PJR Di tlantas menyayangkan sang sopir yang tak mau menghubungi pihak kepolisian untuk meminta pengawalan.

Video yang sengaja di rekam sang sopir, selanjutnya di sebarkan hingga viral di media sosial. Video sengaja di rekam saat perjalanan dari arah jalan talasalapang menuju ke Rumah Sakit Daya. Melalui jalur jalan perintis kemerdekaan, Kota Makassar.

Baca Juga: Berikut Daftar Trading Ilegal Yang Di Blokir Pemerintah !!

Saat tiba di jalur perintis tiba, salah satu keluarga pasien berteriak. Jika anggota keluarga nya meninggal dunia, sementara di depan mobil ambulans terjadi kemacetan panjang. Hingga membuat ambulans tak bisa melaju dengan cepat.

Tak lama kemudian sang sopir yang mulai panik berteriak memanggil polisi. Dan mengeluh lantaran komunitas sepeda motor yang tergabung dalam tim escorting.

Yang biasanya mengawal mobil ambulans di kota makassar. Kini di tertibkan dan tidak di perbolehkan lagi melakukan pengawalan lantaran melanggar undang-undang lalu lintas.

Pasien saya meninggal dalam mobil karena saya tidak diberi jalan, pak polisi bagaimana ini. Kata sang sopir dalam video tersebut disambut tangisan histeris keluarga korban dalam mobil ambulans.

Dalam video viral, Mawardi awalnya menyinggung pasiennya meninggal dalam perjalanan karena tak di beri jalan pengendara lain. Sementara dalam potongan video lainnya, Mawardi meminta penjelasan polisi atas peristiwa miris yang menimpa pasiennya.

Baca Juga: Liga Europa Babak 16 Besar Barcelona VS Galatasaray

Bukan bermaksud menjatuhkan dari kepolisian, tapi kami butuh ini (solusi) bagaimana ke depannya,” kata Mawardi kepada detikcom, Senin (17/1/2022).

Mawardi mengatakan dia biasanya menghubungi tim escort ambulans apabila sedang membawa pasien darurat. Namun mengingat kebijakan terbaru dari pihak kepolisian, Mawardi mengurungkan menghubungi tim escort.

Selama ini relawan dan anak-anak escort selalu minta tolong. Tapi ada peraturan begini saya nggak kabari mereka karena takut juga mengawal dikena lagi sanksi toh,” ungkap Mawardi.

Sementara itu, Di rlantas Polda Sulsel Kombes Faisal. Dalam keterangan terpisah sebelumnya mengaku tengah menyiapkan pertemuan dengan. Sejumlah kepala rumah sakit dan beberapa penyedia ambulans untuk mencari solusi ke depannya.

Mungkin besok kita undang, kita ada pertemuan dengan beberapa kepala rumah sakit, penyedia ambulans, untuk membicarakan terkait masalah ini. Karena kita harus menertibkan, artinya menertibkan untuk membenahi yang lebih baik lagi gitu, katanya.

Ayah Dedi Mulyadi Meninggal Dunia di Usia 92 Tahun

Di beritakan sebelumnya, kisah miris dialami bayi berusia tujuh bulan yang meninggal. Dalam perjalanan ambulans yang ia tumpangi tak diberi jalan oleh pengendara lain. Peristiwa ini direkam video hingga viral di media sosial.

Rekaman video viral menunjukkan suasana lalu lintas yang padat di lajur kanan. Suara pria di duga sopir mobil mengatakan kepadatan lalu lintas tersebut terjadi di Jalan Urip Sumohardjo, Makassar.

Pria di duga sebagai sopir mobil itu kemudian mengaku tidak di beri jalan oleh pengendara lain. Sehingga menyebabkan seorang pasien di atas mobil meninggal dunia karena terlambat di beri penanganan medis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *