Return Of Mount Hua Sect Novel Chapter 122 Sub Indo

Diposting pada

tanjunglegend.comReturn Of Mount Hua Sect Novel Chapter 122 Sub Indo. Sahabat pecinta novel, mari kita lanjutkan cerita kita yang kemarin tertunda.

………………

Mata Hyun Jong, saat dia melihat pesata pergi melalui gerbang. Mengandung perasaan tidak nyaman yang tak terbantahkan.

“Apakah mereka akan baik baik saja?”

“Kami mengirm Baek Chun dan Yoon Jong bersamanya untuk alasan itu.”

“…..Kami tidak memiliki siapapun, pemimpin sekte.”

Hyun jong menatapa Un Am, Un Am menoleh dengan ekspresi sedikit acuh dan menghindari tatapan mata hyun jong.

“Kau tidak ingin mengawasi mereka?”
“Itu bukan hal yang dewasa untuk di lakukan. Juga kita melakukan sesuatu yang salah, segalanya bisa lepas kendali.”

“Jika kita membiarkan mereka pergi, bukankah keadaan akan menjadi lebih buruk?”

………Itu adalah pertanyaan yang sulit untuk di jawab.

Sejujurnya, tidak aneh situasi meledak ketika Chung myung terlibat.

“Saya khawatir. Sangat khawatir.”

Hyun jong menarik nafas dalam dalam.

Terus Hyun sang, yang menonton dari samping, tertawa terbahak bahak.

Hyun jong balas menatap nya dengan wajah masam.

“Sajae sepertinya menganggap situasi ini lucu.”

“Maaf pemimpin sekte, tapi bagaimana ini tidak lucu?”

“Apa yang lucu tentang itu?”

Hyun sang tersenyum cerah.

Return Of Mount Hua Sect Novel

“Hanya dua tahun yang lalu kami khawatir bahwa murid murid kami akan di permalukan oleh sekte tepi selatan. Tapi sekarang, tidak lah kamu khawatir bahwa anak anak yang sama itu akan memukuli murid murid wudang terlalu keras?”.

“…………….”

Benar.

Jika anda melihat situasi ini dari mana saja selain gunung hua. Maka orang mungkin akan mengatakan bahwa pemimpin sekte hanya membuat alasan karena takut pada sekte wudang. Setelah mereka beruntung sekali melawan sekte tepi selatan.

Namun, wajar untuk percaya pada murid murid muda setelah melihat pelatihan. Seperti apa yang di alami murid murid kelas dua dan tiga selama dua tahun terakhir.

“Percaya dan tunggu, mereka bukan anak anka yang ceroboh. Mereka akan kembali setelah meningkatkan ketenaran gunung hua”.

“Ketenaran terkadang jahat.”

“Ya?”

“Kekejian adalah sisi lain dari ketenaran.”

“…………..”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *